Baru baru ini banyak kabar yang menyataan bahwa MUI diminta dengan sangat dari salah saatu pentolan parpol untuk mengeluarkan fatwa haram golput
Bagi kita sih asik asik ja, tapi khawatirnya, fatwa tersebut justru menjadi bumerang bagi MUI sendiri,padahal dari awal MUI diharapkan bisa menjadi benteng umat adari berbagai kerusakan pemahaman dan pengamalan islam ditengah masyarakat. Masih ingat ana ketika kalau nggak salah ustad buya hamka, beliau pernah diminta untuk tidak membuat pernyataan tentang haramnya merayakan natal bersama bagi umat islam oleh menteri agama pada waktu itu.tapi karena kokohnya pendirian dan teguhnya beliau dalam memegang prinsip islam maka beliau memilih untuk mundur dari MUI…tapi ni kok beda dengan MUI sekarang ya…kalau boleh meminjam guyonan dari salah satu temen ane, MUI sekarang tu perutnya dah tersandra oleh pemerintah yang berkuasa..gimana mo mengeluarkan fatwa yang jujur kalau gaji bulananya ja dari pemerintah…istilahnya”berjuang menegakkan islam dengan tetap digaji pihak lawan”…ini hanya sekedar obrolan ringan ja.kalau yang serius tentang ini ya merujuk ja pada buku buku tentang agama demokrasi, bagaimana demokrsi menjadi sebuah agama baru dan menyesatkan atau bahkan bisa memurtadkan seseorang, yang jelas ana bukan orang yang bisa ngomong banyak dalil.kalau dalil tu urusan ustad, wong saya bukan ustad..tapi saya paham…(ni kata kata akhi yang saya cintai melebihi cinta saya kepada diri saya sendiri…), dan semoga MUI bisa mengeluarkan fatwa dengan jujur….karen ada riwayat bahwa bau busuk dari ulama ulam suu’ itu sampai bisa mengganggu penduduk neraka.naudzu billa himindzalik..

وَلا تَقُولُوا لِمَنْ يُقْتَلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتٌ بَلْ أَحْيَاءٌ وَلَكِنْ لا تَشْعُرُونَ (١٥٤)
Dan janganlah kamu mengatakan (bahwa) siapa yang terbunuh dalam perjuangan membela agama Allah itu: orang-orang mati; bahkan mereka itu orang-orang yang hidup tetapi kamu tidak dapat menyadarinya.
(surah al-Baqarah: ayat 154)
sesungguhnya ruh orang yang mati syahid berbentuk burung hijau bersuka ria dalam syurga sesukanya. Kemudian kembali ke sarangnya yang tergantung di bawah Arasy. Pada suatu ketika Allah menjenguk mereka dan bertanya: “Apakah yang kamu inginkan?” Jawab mereka, “Apa pula yang kami inginkan, sedang Allah telah memberi kepada kami yang tidak diberikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu.” Kemudian diulang kembali pertanyaan itu kepada mereka, kemudian ketika mereka merasa harus diminta, maka mereka berkata: “Kami ingin Allah mengembalikan kami ke dunia untuk ikut berperang fi sabilillah sehingga terbunuh untuk-Mu sekali lagi. Mereka meminta ini karena sudah mengetahui pahala orang mati syahid.” Maka Allah yang Maha Agung menjawab: “SESUNGGUHNYA AKU TELAH MENETAPKAN BAHAWA ORANG YANG TELAH MATI TIDAK DIKEMBALIKAN KE DUNIA LAGI,”
(Sahih Muslim, No. Hadith: 1502 – 1503)

subhanalloh, janji Alloh pasti akan terbukti, ketika seorang mujahid syahid pasti ada tanda tanda kebesaran Alloh disana.di rumah assyahid ust mukhlas dan amrozy terlihat 3 ekor burung yang terbang berkeliling sambil bersenggolan sayapnya sesaat sebelum jenazahnya datang, kemudian ketika ane mencium kepala salah satu jenazah, tercium aroma wangi yang merasuk ke dada, subhanalloh.Janji Alloh untuk orang yang bertaqwa pasti terpenuhiu. selamat jalan sheih,semoga syahidmu menjadi pupuk penyubur jihad di bumi Alloh ini.darahmu akan terbayar ya syeikh!!!AllohuAkbar

Penghati-Hatian Manusia
Dari Kesesatan
Firqah Jamiyyah dan Madkhaliyyah

Penulis:
Syaikh Al Mujahid Abu Muhammad
‘Ashim Al Maqdisiy

Alih Bahasa:
Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

Tauhid dan Jihad

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya dan orang yang mengikutinya.
Wa’ Ba’du….
Sesungguhnya Jamiyyah dan Madkhaliyyah serta orang-orang yang berjalan di atas manhaj mereka tidak lain sebenarnya adalah kumpulan orang-orang sesat mariqin (yang keluar dan dien) lagi loyalitas kepada para penguasa negeri-negeri mereka secara umum dan kepada dinasti Saud secara khusus. Mereka itu sekelompok dari masayikh pemerintah dan du’atnya, bahkan banyak dari mereka bagian dari intelejennya, mata-matanya, ansharnya dan wali-walinya.
Sedangkan hakikat mereka sebenarnya adalah telah disimpulkan oleh banyak ‘ulama dan du’at di zaman kita dengan dua kalimat: “Mereka itu Khawarij Mariqun terhadap du’at, Murji’ah Zanadiqah terhadap para thaghut”.
Mereka terhadap para du’at yang tulus adalah seperti orang-orang yang dikatakan oleh Ibnu Umar radliallaahu’anhu: “Makhluk yang paling jahat, mereka mengambil ayat-ayat yang turun perihal orang-orang kafir terus mereka menjadikannya terhadap orang-orang mu’min”
Sedangkan terhadap para pemerintah thaghut dan para penanggungjawab khamr maka mereka itu bersikap dengan paham orang yang mengatakan: “Dosa apapun tidak berbahaya bersama keimanan”

selengkapnya
bahaya-firqoh-al-madkhaliyyah

Kepada segenap ikhwan dan akhwat serta ma’aasyiral muwahhidin dimana saja berada Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakaatuh.

Amma ba’du

Tidak ragu lagi bahwa Laa Ilaaha Illallaah adalah awal dan akhir hidup kita. Dan di atas dasarnya ridlo Allah didapatkan. Namun ikhwani fillah sungguh kalimat itu adalah berat sekali, sehingga tanpa taufik ilahi banyak sekali manusia yang berguguran dan jatuh semangat di tengah jalan, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang menjadi munafik.

Ikhwani fillah, ana mencintai antum karena Allah SWT. Dan semoga Allah mengumpulkan kita ditempat yang penuh nikmat dan karunia-Nya.

Pada kesempatan ini ana mau mengajak antum merenungi perjalanan yang dilalui oleh beberapa Rasul saat mendakwahkan Laa Ilaaha Illallaah. Mereka diancam dan dituduh dengan tuduhan-tuduhan keji. Allah SWT berfirman :

“Dan orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul (yang diutus kepada)mereka,’Sungguh kami akan mengusir kalian dari negeri kami atau kalian kembali kepada ajaran kami.’(Ibrahim:13)

Coba bayangkan saat mereka mendakwakan TAUHID, yang mereka dapatkan bukannya sambutan tapi ancaman pengusiran. Alanngkah sedihnya seandainya kita hidup ditengah mereka. Pengusiran adalah kata-kata yang mengandung penghinaan terhadap keyakinan. Mereka (para rasul) bukanlah orang hina dina di tengah mereka, sehingga layak diusir. Mereka bukanlah penebar kerusakan, sehingga perlu diusir. Mereka adalah orang-orang terpandang di tengah kaumnya, tapi saat Laa Ilaaha Illallaah mereka gulirkan, maka ancaman pengusiran yang didapatkan. Coba lihat perjalanan nabi Syuaib as, Allah berfirman :

“Pemuka-pemuka dari kaumnya yang menyombongkan diri berkata:”Sungguh kami akan uji kamu Hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari desa kami atau kamu sekalian mau kembali kepada ajaran kami”.(Al-A’raf:88)

Jadi kalau ada orang yang tidak suka dengan apa yang kita pegang, ya karena mereka adalah musuh Laa Ilaaha Illallaah.

Kalau antum, merasa selalu terancam oleh orang-orang musyrik, maka pendahulu antum adalah para rasul, sedang para pendahulu mereka adalah musuh para rasul.

selengkapnya

begitulah tabiat dakwah tauhid

ni sudah mulai persiapan pulang ke jogja lagi

pamitan ma babe dan ibuk

kajian umum

kajian umum ashlu dinul islam masjid kadipaten kidul tiap selasa sore ba'da isya

Kategori

Komentar Terakhir

daarulihkwan di bantahan untuk salafy
jaisyurrahman di bantahan untuk salafy
yuniyanto di naked mind
Abdulloh amani Syahi… di filem jihadi edisi juni juli+s…
anis bekti wibowo di MANHAJ PERJUANGAN AL QAIDAH …

kepada mujahid yang ikhlas meniti jalan ini…

insyaAlloh akan ditetapi janji Alloh..... sesungguhnya bumi ini akan diwarisi oleh hamba2nya yang beriman.... sabar... dakwah... amar ma'ruf... jihad fie sabilillah...

hutang amerika

$Loading... = the National Debt

hutang amerika