Baru baru ini banyak kabar yang menyataan bahwa MUI diminta dengan sangat dari salah saatu pentolan parpol untuk mengeluarkan fatwa haram golput
Bagi kita sih asik asik ja, tapi khawatirnya, fatwa tersebut justru menjadi bumerang bagi MUI sendiri,padahal dari awal MUI diharapkan bisa menjadi benteng umat adari berbagai kerusakan pemahaman dan pengamalan islam ditengah masyarakat. Masih ingat ana ketika kalau nggak salah ustad buya hamka, beliau pernah diminta untuk tidak membuat pernyataan tentang haramnya merayakan natal bersama bagi umat islam oleh menteri agama pada waktu itu.tapi karena kokohnya pendirian dan teguhnya beliau dalam memegang prinsip islam maka beliau memilih untuk mundur dari MUI…tapi ni kok beda dengan MUI sekarang ya…kalau boleh meminjam guyonan dari salah satu temen ane, MUI sekarang tu perutnya dah tersandra oleh pemerintah yang berkuasa..gimana mo mengeluarkan fatwa yang jujur kalau gaji bulananya ja dari pemerintah…istilahnya”berjuang menegakkan islam dengan tetap digaji pihak lawan”…ini hanya sekedar obrolan ringan ja.kalau yang serius tentang ini ya merujuk ja pada buku buku tentang agama demokrasi, bagaimana demokrsi menjadi sebuah agama baru dan menyesatkan atau bahkan bisa memurtadkan seseorang, yang jelas ana bukan orang yang bisa ngomong banyak dalil.kalau dalil tu urusan ustad, wong saya bukan ustad..tapi saya paham…(ni kata kata akhi yang saya cintai melebihi cinta saya kepada diri saya sendiri…), dan semoga MUI bisa mengeluarkan fatwa dengan jujur….karen ada riwayat bahwa bau busuk dari ulama ulam suu’ itu sampai bisa mengganggu penduduk neraka.naudzu billa himindzalik..

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini